khusus buat cewek

20 08 2008

Stres jangan di bawa pulang

Kehidupan kantor memang rawan stres. Yang menyedihkan, sering kali terjadi, stres di kantor ini dibawa ke rumah. Kenali strateginya agar stres di kantor tidak sampai menular ke dalam rumah Anda.

TAK SELAMANYA BURUK
Stres biasanya terjadi jika ada tuntutan lebih untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan tertentu. Stres tak selamanya buruk. Pada kadar tertentu, stres bisa mendorong lebih produktif. Coba ingat, pernahkah Anda malah menemukan ide bagus atau lebih produktif di saat tenggat di hadapan mata?

Namun, stres berlebih berbahaya. Sebab, seperti bentuk kurva, stres tinggi yang awalnya merangsang optimalisasi kemampuan seseorang, akan drop. Kapan stres itu disebut berlebih? Jawabannya berbeda pada setiap individu.

Secara umum, penyebab stres di tempat kerja dibagi dua, pertama, dilihat dari karakteristik individunya. Artinya, dia memang tergolong rawan stres.

Kedua, kondisi di tempat kerja yang bisa menimbulkan stres, yakni:

  • Dilihat dari sisi tugasnya, bila pekerjaan di kantor terlalu banyak.
  • Dari gaya manajemen, jika kantor itu tidak memberi ruang berpartisipasi, komunikasi kaku antara atasan dan bawahan, atau kurang berpihak untuk urusan dan kesejahteraan keluarga.
  • Dilihat dari lingkungan kantor, jika suasana pertemanan kurang terjalin atau bos otoriter.
  • Dari segi tanggung jawab pekerjaan, antara lain jika job desc tidak jelas .
  • Dilihat dari sisi karier, ketiadaan jenjang karier, promosi tak jelas, serta kenaikan gaji yang tak tentu.
  • Kondisi lingkungan kerja. Tempatnya terpencil atau berbahaya juga menyebabkan stres.

KELUARGA PUN MENDERITA
Vijay Batra dan Promod Batra dalam bukunya yang bertajuk Management Thought Starters, mengatakan, “Stres itu ibarat aliran sungai. Jika dapat dibendung dan ditangani dengan tepat, sungai dapat diarahkan ke mana Anda membutuhkannya. Tapi, bila tidak dapat ‘dijinakkan’, aliran sungai itu bisa mengakibatkan bencana.

Jika menilik konsep The Burn Out Cycle dari Mary Lewis, seorang konsultan bisnis dan penulis buku Break Free From Burnout in 30 Days, wanita karier rawan terhadap stres tak terkendali. Dalam konsep ini ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu kemarahan, kelelahan, dan kesakitan, baik secara mental maupun fisik.

  • Jika Anda merasa sakit sekaligus lelah, kebanyakan akan memilih pasif.
  • Saat kelelahan bergabung dengan kemarahan, Anda akan cenderung reaktif.
  • Ketika rasa sakit bertemu dengan kemarahan, Anda jadi over reaktif.

Nah, bila kelelahan, kesakitan, dan kemarahan bergabung serta frekuensinya cukup sering, terjadilah kondisi burnout. Pada kondisi ini, emosi jadi tak terkendali.

KELOLA STRES
Jika penderita stres di tempat kerja ini menyeluruh di kantor Anda, rasanya perusahaan perlu turun tangan langsung. Tapi, jika hanya Anda sendiri yang dilanda stres, tampaknya Anda perlu menyusun manajemen untuk stres ini.

Caranya mudah, kenali dulu stres saat Anda bekerja, apakah menyangkut lingkungan kerja, jenjang kariernya, atau pertemanannya. Lalu fokuslah untuk menyelesaikannya.

Jika Anda termasuk kategori rawan stres, Anda harus membiasakan diri untuk sering relaksasi. Begitu pulang, buatlah semacam switch off selama satu sampai lima menit untuk mengubah pemikiran.

Komunikasikan masalah Anda di kantor dan ajaklah suami membantu. Minta suami membantu Anda dalam menghadapi masalah yang ada di rumah jika terpaksa membawa pulang pekerjaan





band indonesia

20 08 2008

band indonesia yang masih disenangi orang indonesia

Ingin Lebih Muda, Kahitna ‘Diasinin’


Sudah 20 tahun Kahitna berkiprah di kancah musik Indonesia. Kecuali Mario yang belum lama bergabung, para personel Kahitna lainnya sudah tak bisa dibilang muda lagi. Tak mau dianggap band opa-opa, alias tua, Kahitna pun memilih ‘Diasinin’.

‘Diasinin’ bukanlah metode baru untuk mengawetmudakan wajah. ‘Diasinin’ adalah istilah anak muda zaman sekarang untuk menunjukkan situasi ‘dicuekin’ orang lain. Istilah tersebut kemudian dipilih sebagai salah satu judul lagu di album terbaru Kahitna, ‘Soulmate’.

“Diasinin jadi jembatan Kahitna untuk merangkul komunitas anak remaja atau muda usia,” demikian siaran pers dari Musica Studio, perusahaan rekaman yang menaungi Kahitna.

Selain ‘Diasinin’, masih ada 10 lagu lainnya dalam album ‘Soulmate’. Antara lain ‘Merasa Tak Dicinta’, ‘Katakan Saja’, ‘Mengapa Terlambat’ dan ‘Aku, Dirimu, Dirinya’ yang dijadikan single andalan pertama.

Dalam album yang dirilis bulan Maret ini, Kahitna masih menyuguhkan musik-musik bermelodi manis dengan taburan kata cinta yang simple.

Tracklisting:
Aku, Dirimu, Dirinya
Cinta Sendiri
Katakan Saja
Mengapa Terlambat
Soulmate
Selamat Ulang Tahun Cinta
Diasinin
Kau Ubah Hariku
Merasa Tak Dicinta
Tetap Kekasihmu
Salah Sendiri.





Penyumbang Medali Olimpiade Indonesia

20 08 2008

Kido/Hendra (Reuters/Beawiharta)

Jakarta – Indonesia pertama kali mengikuti Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki, Finlandia. Tim ‘Merah Putih’ sempat dua kali tak ikut, yaitu pada tahun 1964 dan 1980 (boikot).

Medali pertama Indonesia hadir di Olimpiade Seoul 1988. Setelah merebut emas pertama di Olimpiade Barcelona 1992, tradisi emas selalu dipertahankan hingga Olimpiade Beijing 2008.

Ini dia nama-nama mereka yang sudah menyumbangkan medali Olimpiade untuk kontingen Indonesia

Olimpiade Seoul 1988
Perak: Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani (panahan beregu putri)

Olimpiade Barcelona 1992
Emas: Susi Susanti (bulutangkis tunggal putri), Alan Budikusuma (bulutangkis tunggal putra)
Perak: Ardy Bernardus Wiranata (bulutangkis tunggal putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (bulutangkis ganda putra)
Perunggu: Hermawan Susanto (bulutangkis tunggal putra)

Olimpiade Atlanta 1996
Emas: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (bulutangkis ganda putra)
Perak: Mia Audina (bulutangkis tunggal putri)
Perunggu: Susi Susanti (bulutangkis tunggal putri), Denny Kantono/Antonius Iriantho (bulutangkis ganda putra)

Olimpiade Sydney 2000
Emas: Tony Gunawan/Candra Wijaya (bulutangkis ganda putra)
Perak: Hendrawan (bulutangkis tunggal putra), Tri Kusharyanto/Minarti Timur (bulutangkis ganda campuran), Raema Lisa Rumbewas (angkat berat 48 kg putri)
Perunggu: Sri Indriyani (angkat berat 48 kg putri), Winarni Binti Slamet (angkat berat 53 kg putri)

Olimpiade Athena 2004
Emas: Taufik Hidayat (bulutangkis tunggal putra)
Perak: Raema Lisa Rumbewas (angkat berat 53 kg putri)
Perunggu: Sony Dwi Kuncoro (bulutangkis tunggal putra), Eng Hian/Flandy Limpele (bulutangkis ganda putra)

Olimpiade Beijing 2008*
Emas: Markis Kido/Hendra Setiawan (bulutangkis ganda putra)
Perak: Nova Widianto/Lilyana Natsir (bulutangkis ganda campuran)
Perunggu: Eko Yuli Irawan (angkat berat 56 kg putra), Triyatno (angkat berat 62 kg putra), Maria Kristin (bulutangkis tunggal putri)